Senin, 10 Oktober 2011

Resah


Ku terpaku di depan kertas
Kertas yang hanya bisa dilihat
Tanpa bisa menyentuhnya

Ingin hati segera memberikan goresan
Tentang tanah kelahiran
Namun
Sungguh
Entah kemana entah kenapa
Isi kepala hilang segera

Begitu sesal diri
Desa yang ku tinggali
Ingin sekali dalam benak
ku tumpahkan ke dunia
Yang tak mengenal temu muka
Namun segera selalu terhenti

Diawali dengan satu alinea
Pun diakhiri dengan itu
Tangan tak mau diam
Sungguh
Tuk jalan, akal pun enggan

Kamis, 17 Maret 2011

DIRIMU

Apakah diri begitu angkuh
sehingga tertutup hati untuk terbuka
lihatlah dirimu yang begitu sempit
merasa semua bisa kau atasi
tak ada selain kamu

duhai diri yang sedang gundah
lihatlah dirimu
lihatlah dia
lihatlah mereka
betapa mereka memandangmu
dari sisi yang berbeda

maukah kau perlihatkan
maksud baikmu
kata hati mu
kepada mereka
yang sudah sejak lama
kau berusaha menutupinya
supaya mereka tidak
menganggapmu sebagai bulan

apapun kata mereka
apapun reaksi mereka
meskipun sakit dicerca
meskipun sakit dihina
meskipun sakit difitnah
tak pernah dirimu menggubrisnya

  
karya : anak bangsa yang selalu berpikir
(16 maret 2011)

AKU

Betapa Hati terlalu gundah
merasa diri lebih mulia
namun hati mengatakan tercela
lalu bagaimana ku sekarang

Dunia terus berjalan di atas relnya
sekarang ku berdiam diri
tanpa hal berarti
karena
begitu sulit tuk melangkahkan kaki

begitu banyak teori di kepala
menceritakan hal-hal yang mulia
lalu . . .
aku berdiam merenungi semua
hasilnya . . .
aku menjadi manusia tanpa makna

apa ini yang aku pikirkan
apa ini yang aq risaukan
ikutilah prinsipmu
inilah yang terbaik
tidak ada yang terjadi
secara kebetulan

karya : anak bangsa yang ingin tertawa
(15 maret 2011)

KAU

Kau Mungkin Perwira
Ternyata Hanya Budak tak Berharga
Kau mengaku pembela
ternyata hanya budak tercela

Kau ingin menjadi emas
tapi selalu bermain di lumpur hina
kau ingin menjadi permata
tapi tak sadarkah dimana kau berada

wahai penguasa pencari citra
tak tau kah kamu makna citra
citra adalah hanya efek semata
dari perlakuan manusia
Lalu .  .  .
Lihatlah apa yang kamu lakukan

Kami dan Kau adalah satu
Tujuan, cita dan sejarah
semua ada dalam sanubari kita
lalu ingatkah kau kepada kami
kau . . . kau . . . KAU . . .
begitu tega


karya : Anak Bangsa yang ingin tertawa
(15 maret 2011)